Si Paling Sibuk
Hidup adalah gambaran dari kehidupan manusia yang masih diberi kesempatan untuk meniti jalan hidup, memperbaiki segala kekurangan, dan menggenapi setiap kebaikan yang telah digoreskan dalam babnya masing-masing. Hari ini ada banyak milyaran manusia yang dihidupkan kembali oleh Allah setelah mengalami kematian yang sementara, tidaklah Allah melakukannya melainkan dengan kasih-sayang-Nya yang tak terbatas.
Namun, tak sedikit di antara jutaan manusia di muka bumi tatkala datang masa untuk memperbaiki segalanya, mereka terlalu abai. Padahal siapa kita yang begitu seenaknya saja.
Malaikat? Bukan.
Nabi? Bukan.
Ahli ibadah? Kurasa tidak.
Kita hanyalah hamba yang sering kali lalai dalam menjalankan segala apa yang diperintahkan oleh-Nya. Orang terdahulu pun yang dijaminkan surga oleh Dia yang senantiasa memiliki segala kerajaan, begitu takutnya mereka apabila amalannya tidak diterima lantas bagaimana dengan kita?
Mendatangi waktu sholat pun tak jarang di akhir waktu, padahal saat itu Raja kita yang memanggil---Raja yang sebenarnya.
Bayangkan saja, saat dosen mengatakan kita tidak boleh telat barang satu menit pun saat kelasnya tiba.
Apa yang akan kita lakukan?
Bukankah sesibuk apa pun kita, sontak saja langsung meninggalkan pekerjaan itu dan bersiap agar tidak mengalami keterlambatan, sedang panggilan Allah, justru ditunda-tunda, padahal Dia adalah bosnya para bos.
Apakah panggilannya sangat sulit untuk didatangi tepat waktu, padahal tidak memakan waktu sampai berjam-jam lamanya.
"Ah, nanti dulu. Nanggung."
Cukuplah hal tersebut membuktikan bahwa kita menjadi orang yang paling sibuk atau bahkan sok sibuk.
Berapa banyak waktu yang digunakan untuk membuka sosial media setiap hari ketimbang melakukan amalan yang mendekatkan diri kepada-Nya?
Untuk mendapat jawabannya silakan bertanya pada diri sendiri.
Comments
Post a Comment